Sistem Pengapian

Oleh: /

Halo sahabat otomotif di seluruh Indonesia, pada kesempatan kali ini mamangbengkel akan membahas seputar Sistem Pengapian secara rinci. Nah, bagi sahabat otomotif yang belum mengetahui hal ini, kamu semua bisa menyimak ulasan yang ada di bawah ini.

Sedikit gambaran mengenai fungsi dari Sistem Pengapian, jadi sistem ini mempunyai fungsi sebagai alat untuk menghasilkan percikan api yang dihasilkan oleh busi yang akan dilanjutkan untuk diproses oleh pembakaran mesin.

Itulah gambaran ringkas tentang fungsi Sistem Pengapian untuk kendaraan. Demi mempersingkat waktu, alangkah baiknya kita langsung masuk ke pembahasan awal, yaitu membahas tentang..

Baca Juga Artikel Ini:

Pengertian Sistem Pengapian

Sistem Pengapian

Sistem pengapian merupakan susunan mekatronika yang berfungsi untuk memberikan daya listrik bertekanan tinggi, dengan cara mengalirkan energi listrik bertekanan rendah ke bagian busi untuk dibagi menjadi percikan bunga api.

Teori yang dipakai oleh proses pengapian ini ialah, transformasi daya listrik bertegangan tinggi menjadi percikan bunga api.

Biasanya, daya listrik ini dirubah menjadi daya kalor, tapi sebab ada nya perbedaan potensial diantara dua kutub yang cukup besar, maka hal tersebut akan menimbulkan loncatan yang bersifat elektron.

Lantas seperti apa caranya supaya potensial besarnya berbeda?

Nah, sebenarnya bagian ini merupakan tugas dari transformator step-up, trafo step-up yang mempunyai lilitan sekunder lebih banyak apabila dibandingkan dengan lilitan primer, sehingga fungsinya bisa menarik tegangan alur listrik agar lebih tinggi.

Sedangkan untuk dapat menghasilkan tegangan sekunder yang lebih tinggi dari sebelumnya, maka perbedaan yang terdapat pada jumlah lilitan sekunder dan primer ini harus dibuat lebih besar.

Fungsi Sistem Pengapian

Sistem Pengapian

Sebenarnya, fungsi dari sistem pengapian ini hanya satu, yaitu membakar semua udara yang tercampur dengan bensin yang telah dikompres (ketika akhir langkah pada kompresi) berlaku pada mesin yang menggunakan bensin.

Kenapa fungsinya hanya berlaku kepada mesin yang menggunakan bahan bakar bensin saja?

Karena mesin diesel yang menggunakan bahan bakar seperti solar ini tidak memerlukan yang namanya susunan mekanisme pengapian, lha kenapa? Karena mesin diesel berbahan bakar solar ini menggunakan pembakaran otomatis, atau biasa disebut dengan ‘Self Combustion’

Berikut proses dimulainya pembakaran mesin bensin yang terjadi dikarenakan adanya proses pengapian.

Proses Pembakaran Mesin Bensin

jika dilihat mesin dengan jenis 4-Stroke (langkah), dari mesin tersebut kita bisa mengetahui adanya peran beberapa penting yang dihasilkan oleh kinerja mesin, diantaranya adalah:

  1. Mengenal Langkah Hisap
  2. Mengenal Langkah Kompresi
  3. Mengenal Langkah Usaha
  4. Mengenal Langkah Buang

jadi, busi ini hanya bisa hidup ketika adanya campuran bensin dan udara yang telah di kompres. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa hal ini terjadi ketika akhir dari langkah kompresi, yaitu posisi piston berada di titik mati atas (TMA).

Dengan begitu, kita dapat menyimpulkan nya bahwa sistem pengapian ini tidak bekerja secara konstan, namun bekerja secara interval.

Jenis Sistem Pengapian

Sistem Pengapian

Perlu kamu ketahui, sistem pengapian ini terbagi menjadi beberapa jenis, yang mana masing-masing jenis tersebut mempunyai fungsinya sendiri.

Ingin tau lebih dalam? jangan kemana-mana, tetap disini sambil membaca artikel ini sampai selesai. Berikut macam-macam jenis dan fungsinya:

Konvensional

Sama dengan namanya, konvensional merupakan jenis pengapian yang mana fungsinya bekerja secara konvensional dengan menggunakan kontak mekanik dalam memastikan waktu busi menyala.

Transistor

Transistor adalah jenis pengapian elektronik yang sudah mengaplikasikan transistor sebagai pengganti dari kontak mekanik.

Perlu kamu ketahui, pengertian mekanisme pengapian transistor ialah transformasi alur listrik menjadi percikan api. Hal tersebut dibantu dengan transistor yang mempunyai peran sebagai saklar elektronik yang menentukan alur listrik primer coil.

Walaupun seperti itu, skema pengapian transistor ini hampir sama dengan skema pengapian yang berjenis konvensional.

DLI

Pengapian DLI adalah jenis pengapian yang skema nya tidak dilengkapi dengan distributor. Sementara, distributor sendiri merupakan bagian untuk mendistribusikan aliran listrik bertegangan tinggi yang dihasilkan dari bagian coil.

Pengapian DLI ini merupakan sistem yang kerap ditemui pada kendaraan roda empat (EFI) saat ini.

CDI

CDI merupakan salah satu komponen dari sistem pengapian pada motor (Single Cylinder) yang mana cara kerjanya menggunakan ‘Capasitor’ untuk dijadikan sebagai sumber generator induksi terhadap coil.

***

Sekian pembahasan kali ini tentang Sistem Pengapian, apa saja fungsi-fungsinya, dan penjelasan mengenai macam jenis sistem pengapian pada mobil.

Dengan adanya artikel ini semoga bisa bermanfaat dan mudah dimengerti penjelasannya bagi sahabat otomotif yang membacanya.

Terimakasih, salam otomotif!

Seorang pecinta otomotif yang hobi menulis, selamat datang di website saya! Jika ada yang ingin di tanyakan terkait kerja sama pemasangan iklan/content placement, silahkan hubungi kami melalui email: mamangbengkelofficial@gmail.com

2 pemikiran pada “Sistem Pengapian”

  1. Selamat sore mamangbengkel.com, saya mau nanya apakah webnya menerima jasa content placement berbayar? jika ya berapa ya biayanya? mohon balasan, terimakasih

    Balas

Tinggalkan komentar