Jenis Kopling Kendaraan

Oleh: /

Setiap kendaraan diwajibkan memiliki komponen yang namanya kopling, kenapa? Sebab bagian ini berperan penting terhadap kendaraan. Kopling juga memiliki berbagai macam jenis.

Fungsi dari kopling sendiri menyambung dan memutuskan putaran mesin, hal ini berlaku ketika pengendara sedang menekan dan melepaskan tuas kopling.

Agar kesehatannya tetap prima, kita harus benar-benar memperhatikan kesehatannya. Jika kita acuh terhadap kesehatannya, maka kopling akan menyebabkan perpindahan gigi transmisi menjadi kasar.

Menyinggung soal kopling, banyak sekali jenis kopling yang memang digunakan oleh kendaraan.

Kira-kira apa saja jenis-jenis kopling yang ada pada kendaraan? Penasaran dan ingin tau? Silahkan simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.

Fungsi Kopling untuk Kendaraan

jenis kopling

Sebelum mengetahui jenis jenis kopling pada kendaraan, alangkah baiknya kamu juga harus mengetahui apa sih fungsi dari komponen ini.

Kopling sendiri memiliki 5 fungsi, di antaranya seperti:

  • Memberi kemudahan dalam melakukan perpindahan gigi transmisi.
  • Menghentikan putaran mesin ketika pengendara sedang menekan tuas kopling.
  • Membebaskan kendaraan untuk melaju dari posisi engine brake.
  • Membuat akselerasi kendaraan bergerak secara mulus.
  • Menghubungkan putaran mesin ke bagian transmisi.

Penjelasan di atas adalah 5 fungsi kopling yang ada pada setiap kendaraan, baik motor ataupun mobil.

Jenis-Jenis Kopling

jenis kopling kendaraan

Seperti yang sudah dikatakan di atas, kopling ini memiliki beberapa jenis. hal ini bisa kita ketahui dari bagaimana mekanisme kerjanya, sistem pelumasnya dan berapa banyak jumlah plat yang digunakan oleh kopling tersebut.

Untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita masuk ke pembahasan inti. Yaitu mengetahui jenis kopling pada kendaraan dan bagaimana cara kerjanya.

Jenis Kopling Pelumas

Untuk bagian ini, kopling terbagi menjadi dua bagian. Diantaranya kopling yang direndam oleh cairan pelumas dan kopling yang tidak kena oleh pelumas sama sekali, alias kopling kering.

Wet Clutch/Kopling Basah

jenis kopling basah

Sama seperti namanya, penggunaan kopling yang jenisnya basah seperti ini harus dilapisi oleh oli atau minyak pelumas.

Biasanya jenis kopling basah ini dapat kita jumpai pada kendaraan sepeda motor. Dikarenakan kopling ini terendam oleh oli di dalam mesin, maka tingkat keawetannya jauh lebih bagus daripada kopling kering.

Adapun orang-orang yang bertanya seperti ini, apakah jenis kopling basah ini tidak akan mengalami selip? Jawabannya tetap akan mengalami selip.

Sederhananya seperti ini, walaupun terendam oleh pelumas tapi kampas kopling mulai menipis dan tidak diganti oleh pemilik kendaraan, maka laju dari kendaraan tersebut akan selip.

Perlu diketahui, kinerja dari kopling seperti ini sangat dipengaruhi oleh kualitas oli mesin yang digunakan.

Jika menggunakan kualitas yang bagus, maka kerja dari kopling pun akan mengikuti dengan kualitas oli tersebut.

Dry Clutch/Kopling Kering

jenis kopling kering

Kopling kering sangat berbeda dengan kopling basah, dimana jenis seperti ini tidak ada pelumas yang berada di bagian ini.

Terlebih jika ada pelumas yang mengenai bagian kopling, maka kopling tersebut akan membuat laju motor menjadi selip (layaknya kampas yang sudah mulai menipis).

Biasanya kopling seperti ini akan kita temukan pada kendaraan mobil, yang mana tipe ini tidak mudah selip seperti kopling basah.

Dikarenakan tidak terkena oleh pelumas atau oli mesin, maka kinerja dari jenis ini sifatnya tidak tergantung dari kualitas oli yang digunakan.

Jika ditelaah lagi, kopling kering dan basah itu memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Jenis Kopling Pengendalian

jenis kopling pengendalian

Untuk jenis kopling yang berdasarkan dengan konstruksi atau pengendalian, kopling tersebut dibagi menjadi beberapa jenis. Di antaranya seperti:

Kopling Hidrolis

jenis kopling pengendalian

Kopling hidrolis? Apa itu? Jadi jenis hidrolis itu mekanisme kopling-nya sudah menggunakan hidrolik.

Cara kerja kopling hidrolis ini sama persis dengan sistem pengereman hidrolik. Kelebihan dari jenis ini ialah, lebih responsif dan tidak perlu khawatir pemuaian.

Tapi kekurangan dari sistem hidrolis ini lebih sensitif, terlebih ketika masuknya udara ke dalam sistem.

Maka dari itu, kita sebagai pemilik kendaraan harus benar-benar teliti dalam merawatnya.

Kopling Sentrifugal

jenis kopling pengendalian

Perlu diketahui, jenis kopling kendaraan sentrifugal ini mekanisme-nya tidak menggunakan tuas atau pedal kopling, namun dikendalikan dengan RPM mesin.

Mekanisme-nya seperti ini, apabila RPM mesin semakin tinggi, maka hubungan kopling akan semakin erat.

Untuk menghubungkan input dan output mesin, sesuai dengan namanya jenis kopling ini menggunakan gaya sentrifugal.

Biasanya kopling sentrifugal bisa kita jumpai pada sepeda motor bebek.

Kopling Mekanis

jenis kopling mekanis

Selain kopling sentrifugal, jenis kopling mekanis juga masih sering digunakan oleh sepeda motor.

Seperti apa cirinya? Yaitu terlihat dari mekanisme-nya, dimana kopling mekanis ini menggunakan kabel kawat untuk menautkan tuas ke bagian kopling.

Adapun kelebihan dari kopling mekanis ini tidak akan terjadi kebocoran fluida. Walaupun seperti itu bukan berarti tidak ada kekurangannya, kekurangan dari kopling mekanis sendiri terletak pada bagian kabel kawatnya yang mudah memuai.

Bagaimana cara mengatasinya? Kita perlu melakukan penyetelan kopling supaya kerjanya dapat lebih nyaman dan enak digunakan.

Jenis Kopling Berdasarkan Jumlah Plat

jenis kopling

Selain dari kopling pengendalian dan pelumas, ada juga jenis kopling yang berdasarkan jumlah platnya.

Setidaknya ada dua jenis yang masuk ke dalam kategori ini, di antaranya seperti:

Single Plat/Kopling Plat Tunggal

jenis kopling berdasarkan plat

Jenis kopling yang berdasarkan dengan jumlah platnya adalah Single Plat (kopling plat tunggal).

Sesuai dengan namanya, jumlah plat yang digunakannya hanya 1 dan kelebihan dari jenis ini mudah sekali dalam melakukan perawatan-nya.

Walaupun seperti itu, dalam merawatnya harus benar-benar terapti agar laju dan perpindahan gigi transmisi nya tetap halus.

Biasanya kopling ini sering digunakan pada mobil yang sistem transmisi-nya manual.

Multiplate

jenis kopling kendaraan

Sesuai dengan namanya, di dalam kopling ini terdapat beberapa plat untuk memaksimalkan kinerja kopling.

Biasanya tipe kopling seperti ini kerap digunakan untuk sepeda motor atau mobil yang sistem transmisi-nya otomatis.

Perlu kita ketahui juga, kopling ini termasuk ke dalam kategori kopling basah.

Jenis Kopling Berdasarkan Cara Kerja

jenis kopling kendaraan

Berikut jenis kopling kendaraan berdasarkan dengan cara kerjanya, di antaranya seperti:

Kopling Otomatis

jenis kopling kendaraan

Kopling otomatis merupakan bagian yang fungsinya untuk menghubungkan dan memutuskan putaran mesin secara otomatis.

Jenis kopling kendaraan ini biasa disebut dengan istilah Torque Converter. Secara umum, tipe kopling ini digunakan pada kendaraan yang menggunakan sistem transmisi otomatis.

Susunan kopling otomatis ini jauh berbeda dengan kopling gesek, sebab mekanisme-nya tidak menggunakan gesekan, tapi tekanan hidrolik (rapat dan renggang).

Apabila ada salah satu kipas yang berputar, maka secara otomatis aliran udara yang masuk akan mengenai kipas yang diam. Dengan begitu, kipas tersebut akan ikut berputar.

Pada kopling otomatis, kipas itu diganti oleh dua turbine yang terhubung dengan transmisi dan mesin.

Dikarenakan benda ini tidak mempunyai kompresi, tempat untuk sirkulasinya menggunakan cairan hidrolik. Hal ini tentu saja sangat efesien untuk digunakan dalam skema seperti ini.

Kopling Magnet

jenis kopling kendaraan

Kopling magnet ini hampir sama dengan kopling otomatis, maka dari itu orang-orang banyak yang menyebutnya bahwa kopling magnet ini adalah semi otomatis.

Untuk memutus dan manyambungkan alur, cara kerja kopling ini menggunakan gaya magnet.

Mekanisme-nya seperti ini, ketika ada arus listrik yang mengalir ke bagian coil, maka disitu akan menimbulkan magnet. Nantinya magnet tersebut akan menarik plat kopling untuk menempel ke bagian pulley.

Ketika alur listrik berhenti mengalir, maka plat dan pulley pun akan kembali renggang seperti sebelumnya.

Biasanya, kopling magnet ini sering digunakan pada kompressor AC.

Kopling Gesek

jenis kopling pada kendaraan

Kopling gesek merupakan jenis kopling kendaraan yang paling gampang kita jumpai, terlebih kendaraan mobil dan motor menggunakan sistem transmisi manual.

Prinsip kerja dari kopling gesek ini memanfaatkan bahan yang saling bergesekan, dimana gesekan tersebut dihasilkan oleh tiga bagian, di antaranya seperti:

  1. Fly wheel
  2. Clutch disc
  3. Pressure plate

Banyak para pakar otomotif yang mengklaim bahwa kopling gesek ini dapat dikatakan sebagai kopling manual, kenapa demikian? Sebab tipe kopling ini dikendalikan secara manual oleh pengendara-nya.


Catatan: Demikian ulasan mengenai jenis kopling pada kendaraan beserta fungsi dan cara kerjanya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan mudah dipahami.

Terimakasih telah berkunjung, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Seorang pecinta otomotif yang hobi menulis, selamat datang di website saya! Jika ada yang ingin di tanyakan terkait kerja sama pemasangan iklan/content placement, silahkan hubungi kami melalui email: mamangbengkelofficial@gmail.com

Tinggalkan komentar