Cara Kerja Relay

Oleh: /

Di sini mamang akan menjelaskan bagaimana cara kerja dari relay pada kendaraan, baik motor maupun mobil.

Mungkin sebagian dari teman-teman semua ada yang belum mengetahuinya, oleh karena itu simak terus artikel ini sampai selesai.

Sedikit informasi, relay kerap digunakan pada rangkaian elektronika arus lemah. Contohnya pada sistem kendali interfacing, elektronika analog, digital dan penggunaan mikropocessor.

Sebelum membahas bagaimana cara kerja relay pada kendaraan, ada poin penting yang memang harus kamu ketahui, yaitu jenis-jenis relay.

Berikut penjelasannya.

Jenis jenis Relay

cara kerja relay

Terkait jenisnya, relay bisa kita bedakatan berdasarkan kelompoknya yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

Menurut Jumlah Pole dan Throw

Yang pertama bisa dibedakan dari jumlah banyaknya kontak yang ada dan berdasarkan jumlah kontak poinnya (pole dan throw).

Pole dan throw ini dibagi lagi menjadi beberapa bagian, di antaranya seperti:

SPST (Single Pole Single Throw)

SPST merupakan jenis relay yang mempunyai empat terminal kaki dan fungsinya terbagi menjadi dua bagian.

Fungsi pertama dari dua kaki terminal itu untuk saklar (kontak poin) dan fungsi kedua dari dua kaki terminal tersebut untuk kumparan elektromagnet.

DPST (Double Pole Single Throw)

DPST dan SPST tentu saja berbeda, yang mana jenis ini mempunyai enam kaki terminal dengan dua fungsi berbeda.

Fungsi pertama dari empat kaki terminal adalah sebagai saklar dan fungsi yang kedua sebagai kumparan elektromagnet.

Sesuai dengan namanya, jenis relay ini terdapat dua pasang saklar pada empat kaki terminalnya. Yaitu single pole double throw.

SPDT (Single Pole Double Throw)

Apakah fungsi jenis relay DPST dengan SPDT itu sama? Tentu saja tidak, sebab pada tipe ini terdapat lima kaki terminal.

Dari lima kaki terminal tersebut ada tiga kaki yang digunakan sebagai saklar (kontak poin) dan sisanya memiliki fungsi yang sama pada jenis relay lainnya, yaitu sebagai media elektromagnet.

DPDP (Double Pole Double Throw)

Jenis terakhir adalah double pole double throw yang memilki enam pasang terminal. Fungsi dari enam terminal tersebut sebagai saklar (kontak poin).

sementara sisa dari terminal tersebut fungsinya sama seperti jenis relay lainnya, yaitu sebagai media elektromagnet.

Enam terminal yang fungsinya sebagai saklar itu terdiri dari dua kontak poin, yaitu single pole double throw.

Menurut Posisi Awalnya

Jenis relay yang kedua, tentu saja berbeda dengan jenis pertama, dimana jenis relay ini dilihat dari posisi awal kontak poinnya (saklar) dan terbagi menjadi dua bagian.

Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini.

NC Normally Close

Yang pertama adalah Normally Close. Tipe ini merupakan relay yang sebelum dihidupkan posisinya terlihat menutup.

NO Normally Open

Sedangkan yang kedua merupakan tipe Normally Open, dimana pada jenis ini sebelum dihidupkan posisi awalnya terbuka.

Itulah jenis jenis relay yang perlu diketahui, semoga setelah membaca ulasan ini bisa menambah wawasan mengenai apa itu relay.

Pembahasan selanjutnya adalah bagaimana cara kerja relay pada kendaraan motor dan mobil. Penasaran seperti apa? Simak terus ulasan di bawah ini.

Cara Kerja Relay

cara kerja relay

Untuk memehami seperti apa sistem kerja dari bagian kelistrikan mobil dan motor itu butuh waktu yang cukup lama, sebab menurut saya satu hari itu masih kurang.

Kenapa demikian? Sebab pada sistem kelistrikan mobil dan motor terdiri dari beberapa komponen yang jumlahnya tidak sedikit.

Tapi dari semua tipe bagian kelistrikan mobil dan motor, relay merupakan ujung tombak kendaraan.

Apa alasannya? Karena keberadaan relay pada kendaraan mobil dan motor berperan sangat penting, yaitu untuk menggerakkan konektor yang telah tersusun didalam kelistrikan.

Cara kerja relay berdasarkan dari elektromagnetik.

Untuk mempersingkat waktu, kira-kira seperti apa si cara kerja relay itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Cara Pasang Relay

Relay Kaki 3

Perlu diketahui, posisi relay kaki 3 ini ada di terminal 86 yang langsung tertaut dengan masa terminal sebelum menjamah masa aliran yang akan dialirkan ke bagian saklar listrik.

Contohnya seperti susunan klakson dan arus yang mengalir dari baterai akan masuk ke terminal 30.

Setelah itu arus tersebut akan terus disalurkan ke solenoid dan relay yang posisinya tepat di bawah kontak, kemudian output akan mengalir ke saklar kalkson dan rangkaian pun terhubung ke masa.

Gambarannya seperti ini, apabila klakson ditekan, maka terminal 86 secara otomatis akan terhubung dengan masa yang dapat mengeluarkan magnet pada solenoid.

Nantinya magnet tersebut bakal menarik saklar relay hinggal terminal 85 dan 87 saling berhubungan.

Begitulah cara kerja relay kaki 3.

Relay Kaki 4

Cara kerja relay kaki 4 ialah mengontrol alur positif listrik dengan beban tunggal. Misal seperti ini “Arus listrik yang mengalir dari baterai akan masuk ke terminal relay 30 dan secara otomatis akan menyambung ke bagian saklar (kontak) relay”.

Di sisi lain saklar foglamp akan mengalirkan arus menuju 2 terminal, yaitu terminal 85 dan 86 yang nantinya akan terhubung secara otomatis ke bagian masa.

ketika saklar foglamp kita nyalakan,  maka magnet yang ada di dalam solenoid akan menarik kontak relay dan menghubungkan terminal 30 dan 87.

Setelah itu akan timbul aliran listrik ke dalam lampfog.

Relay Kaki 5

Yang terakhir adalah cara kerja relay kaki 5. Sedikit penjelasan, pada relay kaki lima terdapat 2 terminal output. Output 87a terhubung dengan terminal 30 saat posisi relay mati.

Hal itu dapat membuat terminal 87a mengalirkan arus disaat adanya aliran yang mengalir ke terminal 30.

Setau mamang pada susunan ini terminal 30 tidak akan tersambung dengan baterai, namun ada kontrol lain. Misal salah satunya pengaruh ignition.

Gambarannya mamang ambil contoh dari stop lamp. Jadi gini, ketika saklar kita hidupkan, maka secara otomatis akan ada aliran arus yang mengalir dari terminal 30 ke terminal 87a.

Aliran tersebut yang membuat lampu tail menjadi nyala.

Ketika pengendara sedang menekan rem, maka dari terminal 85 akan mengalirkan alur ke bagian solenoid sehingga terjadinya kemagnetan dan canging.

Setelah itu, kontak relay akan pindah dari 87a ke terminal 87. Kenapa bisa seperti itu? Hal ini disebabkan karena adanya tarikan dari magnet solenoid.

Dengan begitu aliran arus akan berganti melalui terminal 87 dan terminal ini akan menghubungkan secara langsung ke bagian arus lampu rem.


Catatan:

Sekian ulasan mengenai cara kerja relay dan jenisnya, semoga pembahasan ini bisa dipahami, bermanfaat untuk kita semua dan mudah dimengerti.

Mohon maaf apabila masih ada kekurangan dari segi penyampaiannya. Terimakasih telah berkunjung, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Seorang pecinta otomotif yang hobi menulis, selamat datang di website saya! Jika ada yang ingin di tanyakan terkait kerja sama pemasangan iklan/content placement, silahkan hubungi kami melalui email: mamangbengkelofficial@gmail.com

Tinggalkan komentar