Cara Kerja Mekanisme Katup

Oleh: /

Cara kerja mekanisme katup dalam mesin 4 tak mempunyai 4 langkah yang harus dilalui, hal ini demi menghasilkan output seperti terjadinya putaran pada flywheel.

4 tahapan tersebut diantaranya seperti: Langkah buang, hisap, kompresi dan langkah usaha.

Ketika terjadinya proses langkah hisap dan buang, maka didalam ruang bakar harus ada interaksi dengan volume luar, hal ini dikarenakan adanya proses pemasukan udara dan pembuangan gas sisa yang ada didalam ruang bakar.

Maka dari itu, didalam ruang bakar terdapat pintu untuk mengeluarkan dan juga memasukkan udara dari luar ke dalam. Hal ini dikenal dengan sistem katup.

Menyinggung soal mekanisme katup, kira-kira seperti apa ya cara kerja mekanisme katup tersebut? Untuk mengetahuinya, silahkan simak penjelasan di bawah ini.

Pertama, saya akan menerangkan pengertian dari mekanisme katup.

Pengertian Mekanisme Katup

mekanisme katup

Pengertian dari mekanisme katup adalah, rangkaian mekanisme yang sudah tersistematis untuk membuka bagian intake/manifold ketika piston sedang menghisap dan membuka bagian exhaust disaat piston sedang berada di posisi buang.

Ketika piston berada di langkah hisap, maka secara otomatis bagian katup buka pun akan terbuka dan menarik bahan bakar serta udara untuk masuk ke dalam ruang bakar.

Ketika piston bergerak pada langkah buang, maka katup buang pun akan terbuka dan sisa-sisa gas yang ada didalam ruang pembakaran akan keluar melalui rongga knalpot.

Mekanisme katup bekerja untuk meneruskan putaran dari poros engkol ke bagian camshaft.

Dari situ, putaran ini akan terus berputar untuk menggerakkan katup supaya bisa bekerja.

Proses dari kerja katup sendiri harus setara dengan kondisi atau timing langkah yang ada pada silinder mesin.

Jadi kesimpulan semua dari pengertian mekanisme katup ini tidak hanya menggerakkan saja, namun mengatur timing kerja katup itu sendiri.

Itulah pengertian dari mekanisme katup yang bisa kamu ketahui. Paragraf selanjutnya mari kita bahas jenis-jenis mekanisme katup.

Jenis Mekanisme Katup

cara kerja mekanisme katup

Jika dilihat dari rangkaiannya, secara garis besar mekanisme katup ini terbagi menjadi dua bagian, diantaranya seperti:

  • OHV
  • OHC

Masing-masing dari jenis itu mempunyai cara kerja dan fungsinya sendiri, yaitu:

Baca juga: Jenis Sistem Pengapian

Mekanisme OHC

cara kerja mekanisme katup ohc

OHC merupakan singkatan kata dari “Overhead Camshaft”.

OHC adalah rangkaian katup dengan camshaft yang letaknya berada di kepala silinder, bagian ini bekerja menekan katup secara langsung tanpa harus melewati pushrod terlebih dulu.

Diciptakan OHC ini ditugaskan untuk mengganti OHV yang diklaim kurang efisien dan terlihat lebih rumit.

Nah katup OHC terbagi menjadi dua bagian, diantaranya seperti:

  • SOHC “Single Overhead Camshaft” 
  • DOHC ” Double Overhead Camshaft”

Dimana untuk bagian SOHC sendiri hanya mempunyai camshaft untuk menekan katup buang dan hisap. Biasanya jenis SOHC kerap dijumpai pada kendaraan sepeda motor.

Sementara, DOHC sendiri mempunyai dua camshaft yang masing-masing dari camshaft tersebut bekerja menekan katup hisap dan buang.

Biasanya jenis DOHC ini kerap ditemukan pada sepeda motor keluaran terbaru dan pada mesin mobil kekinian.

Mekanisme OHV

cara kerja mekanisme katup ohv

OHV adalah singkatan kata dari “Over Head Valve” rangkaian dari OHV ini berupa katup dan camshaft yang diletakkan didalam blok silinder mesin.

Bisa dilihat sendiri dari gambar di atas mengenai susunan OHV, memang agak terlihat rumit dikarenakan camshaft langsung terhubung dengan roda gigi sproket crankshaft.

Sebelum menggerakkan katup, bagian ini harus menekan valve lifter dan pushroad terlebih dulu.

Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan mekanisme katup OHC, sehingga kurang efektif. Itulah alasan kenapa mekanisme seperti ini sudah tidak lagi digunakan untuk kebutuhan mesin mobil.

Itulah jenis mekanisme katup OHC dan OHV yang bisa kamu ketahui. Mari kita masuk ke pembahasan terakhir, yaitu…

Cara Kerja Mekanisme Katup

cara kerja mekanisme katup

Ini dia pembahasan inti dari semua pembahasan yang kita tunggu-tunggu, seperti yang sudah dibahas di atas, mekanisme jenis katup itu ada dua, yaitu OHV dan OHC.

Kini saatnya kita bahas seperti apa cara kerja dari mekanisme katup tersebut, untuk kejelasannya silahkan simak ulasan di bawah ini.

Cara Kerja Katup OHC

cara kerja mekanisme katup ohc

  • Prinsip dari katup OHC adalah ketika sumbu engkol berputar, maka poros nok pun akan ikut berputar. Namun, dikarenakan sumbu nok letaknya berada di atas kepala piston, hal ini diperlukan chain atau belt untuk membuat putaran pada kedua sumbu tersebut.
  • Ketika sumbu nok berputar, maka secara otomatis tonjolan-tonjolan tersebut akan langsung menekan rocker arm. Terus, disaat tonjolan itu terus berputar, maka tuas katup akan mengembalikan letak valve kembali seperti posisi awal.
  • Di beberapa jenis mesin, umumnya OHC ini sudah dilengkapi dengan rocker arm yang diletakkan ditengah-tengah valve dan camshaft. Hal ini berfungsi untuk mengatur celah-celah katup menggunakan metode Hydraulic Lash Adjuster.

Cara Kerja Katup OHV

cara kerja mekanisme katup ohv

  • Sama seperti OHC, cara kerja dari mekanisme katup OHV ini memutarkan gigi sproket pada crankshaft yang diiringi oleh sumbu nok. Sumbu nok tersebut akan terus ikut berputar selama sumbu engkol terus berputar.
  • Putaran yang dihasilkan oleh sumbu nok akan memutar camshaft, ketika tonjolan pada camshaft itu menyentuh valve lifter, maka valve lifter akan ikut terangkat.
  • Sementara push rod akan menghubungkan gerakan valve lifter ke bagian rocker arm. Dampak dari bagian ini adalah efek ayunan yang terjadi akan membuat ujung rocker arm terangkat dan bagian ujung lainnya akan menekan katup.
  • Disaat katup ditekan oleh rocker arm, secara otomatis katup tersebut akan terbuka.
  • Jika rocker arm tidak lagi menekan, maka tuas katup akan menormalkan kembali posisi ke katup ke posisi awal.

Kemudian, secara otomatis mekanisme katup tersebut akan bekerja selama mesin sumbu engkol masih berputar.

Perlu diketahui, letak posisi antara camshaft satu dengan camshaft lainnya tidak bisa sembarangan, umumnya penempatan tersebut berada pada timing khusus yang ditujukan untuk mengatasi timing missed.

Disaat penempatan timing katup tidak sesuai, secara otomatis maka katup tersebut akan membuka bukan pada waktunya, dampaknya dapat membuat kompresi tidak normal dan mesin akan susah dihidupkan.

Yang lebih fatal dari bagian ini bisa merusak komponen mekanisme katup.

Apabila dibandingkan antara mata gigi sumbu engkol dan gigi sumbu nok, maka jumlah dari gigi poros nok lebih banyak.

Hal ini membuat crankshaft berputar dua kali dan camshaft hanya akan berputar satu putaran saja.

Seperti yang sudah diketahui, mesin 4-Langkah terdiri dari dua putaran engkol.

Tapi pembukaan pada bagian katup-nya hanya bekerja satu kali, sehingga susunan dari rangkaian mekanisme katup memiliki perbandingan 1:2, dimana satu putaran itu terjadi pada camshaft dan dua putaran terjadi pada bagian engkol.


Catatan:

Sekian ulasan mengenai cara kerja mekanisme katup yang dilengkapi dengan fungsi dan jenisnya.

Semoga bermanfaat dan mudah dipahami.

Terimakasih telah berkunjung.

Seorang pecinta otomotif yang hobi menulis, selamat datang di website saya! Jika ada yang ingin di tanyakan terkait kerja sama pemasangan iklan/content placement, silahkan hubungi kami melalui email: mamangbengkelofficial@gmail.com

Tinggalkan komentar