Cara Kerja Sistem Suspensi Mobil

Halo sahabat otomotif di Indonesia kembali lagi dengan mamangbengkel yang akan membahas seperti apa cara kerja sistem suspensi dan bagaimana fungsi dari sistem suspensi tersebut. Mungkin sebagian dari kamu semua ada yang belum mengetahui hal ini.

Suspensi merupakan sebuah komponen yang ada pada setiap kendaraan, baik itu mobil atau pun motor.

Komponen ini mempunyai fungsi yang sangat vital bagi kendaraan, maka dari itu saya akan sedikit memberi informasi bagaimana cara kerja dari sistem suspensi pada kendaraan, dan apa saja jenis-jenis dari suspensi tersebut.

Nah pada artikel kali ini, mamangbengkel akan mengulas secara jelas mengenai sistem suspensi, jenis-jenis suspensi, dan bagaimana cara kerja sistem suspensi untuk kendaraan roda empat seperti mobil.

Pertama-tama saya akan membahas tentang…

Mengenal Sistem Suspensi Mobil

sistem suspensi
Cara Kerja Sistem Suspensi

Kemajuan teknologi dari sistem suspensi ini bisa membuat kenyamanan dalam berkendara. Di sisi lain, suspensi pun mempunyai fungsi yang amat sangat vital untuk daya kemampuan keselamatan pada kendaraan.

Tugas utama dari fungsi suspensi mobil ini ialah untuk meredam adanya tekanan yang dihasilkan dari permukaan jalan dengan cara mengayun ke atas dan ke bawah.

Seperti halnya ketika melewati polisi tidur, lubang yang ada di jalanan atau pun batu. Di sisi lain, sistem suspensi ini bisa dijadikan sebagai alat peredam getaran pada body mobil supaya getaran yang dihasilkan oleh body tidak sampai ke kabin penumpang.

Selain itu, suspensi pun berfungsi untuk memberi keseimbangan dan topangan pada body mobil, baik itu disaat maju atau pun diam.

Letak dari suspensi ini berada di antara roda-roda dan as roda karena roda ini merupakan komponen mobil yang meredam dan menerima getaran yang dihasilkan dari tekanan pada permukaan jalan.

Ketika ke empat roda menerima dorongan yang dihasilkan dari permukaan jalan yang kondisinya tidak rata, maka getaran tersebut akan dilanjutkan oleh sistem suspensi yang ada kaitannya dengan as roda.

Setelah itu, suspensi akan menahan tekanan sesuai dengan pengaturan.

Nah, perlu kamu ketahui tidak semua kendaraan mobil mempunyai teknologi yang sama pada bagian suspensinya. Misal seperti mobil sedan, mobil dengan jenis sedan ini biasanya menggunakan tipe suspensi yang beda apabila dibandingkan dengan suspensi truk.

Suspensi pada mobil sedan ini akan berasa lebih empuk, sementara untuk suspensi truk atau kendaraan besar biasanya lebih cenderung agak berat atau keras. Kenapa bisa beda? Karena mobil-mobil besar itu digunakan mengangkut beban yang berat.

Maka dari itu setiap suspensi kendaraan kecil dan besar beda settingannya.

Sebenarnya ada beberapa jenis suspensi pada kendaraan, lantas apa aja jenis-jenis dari suspensi tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Jenis Suspensi Mobil

Sistem Suspensi
Cara Kerja Sistem Suspensi

Masing-masing komponen pada mobil mempunyai beberapa jenis yang berbeda, salah satunya seperti suspensi. Nah, suspensi di sini terdiri dari beberapa jenis, diantaranya seperti:

  • Double Wishbone
  • Macpershon Strut
  • Multi Link
  • Independent
  • Axle Rigid

Masing-masing dari jenis suspensi yang telah disebutkan di atas mempunyai kegunaan dan fungsi yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan pada paragraf di bawah ini.

Pertama-tama saya akan membahas jenis…

Suspensi Independent

Untuk suspensi jenis Independent ini dapat digunakan pada roda belakang dan depan. Tapi, apabila dilihat beberapa waktu kebelakang, jenis suspensi seperti independent ini banyak digunakan untuk kepentingan roda depan daripada roda belakang.

Sesuai dengan namanya, struktur nya tidak terhubung dengan roda bagian kiri dan kanan. Hal tersebut bisa membuat roda kiri dapat bergerak dengan bebas serta tidak diiringi oleh roda bagian kanan.

Suspensi dengan jenis Independent ini bisa memberi daya keseimbangan, kenyamanan, pengendalian yang lebih baik apabila dibandingkan dengan jenis Axle Rigid.

Suspensi Axle Rigid

Axle Rigid merupakan bagian dari jenis suspensi yang digunakan untuk as roda bagian belakang untuk menyambungkan kedua bagian roda kanan dan kiri. Suspensi yang dibuat dengan biaya cukup minim ini menggunakan bahan dari tumpukan batang logam yang diikat menjadi satu.

Selain itu, ada juga yang menggunakan per keong. Biasanya yang menggunakan suspensi jenis Axle Rigid ini adalah mobil-mobil besar yang biasa membawa muatan dengan beban yang cukup berat.

Suspensi Multi Link

Sesuai dengan namanya, jenis suspensi seperti ini memiliki tautan atau bisa dikatakan dengan kata penghubung. Tautan tersebut bekerja sebagai tangan suspensi, namun jumlahnya bisa melebihi dari tiga biji.

Penghubung ini di letakkan pada dasarnya agar bisa membantu gerakan roda, dan pada waktu yang bersamaan bisa menyerap getaran dengan sempurna.

Tapi, banyaknya dari penghubung ini sangat kecil, sehingga tidak akan menghabiskan terlalu banyak ruang yang ada.

Suspensi Double Wishbone

Struktur pada suspensi jenis Double Wishbone ini mengenakan dua arm, diantaranya seperti upper dan lower arm yang digunakan sebagai alat penahan.

Sebenarnya jenis suspensi Double Wishbone ini masih termasuk seperti buatan suspensi dengan jenis Independent yang digunakan dibagian roda depan.

Bila dilihat dari segi bentuknya, jenis suspensi Double Wishbone ini hampir sama dengan jenis suspensi Macpherson. Namun, untuk jenis Double Wishbone sendiri nampak terlihat sedikit berotot.

Dikarenakan adanya dua lengan suspensi seperti lower arm dan uuper arm. Dampak dari kedua lengan tersebut bisa saling mempengaruhi terdahap gerakan-gerakan vertikal yang dihasilkan dari roda yang berputar.

Kekurangan suspensi pada jenis ini bisa dilihat dibagian sudut camber, yang mana sudut tersebut dapat berubah ketika suspensi sedang bekerja. Tapi jangan khawatir, karena masalah ini masih dapat ditangani dengan adanya jenis lengan ayunan ganda.

Biasanya, suspensi jenis Double Wishbone kerap digunakan untuk kendaraan crossover seperti mobil big SUV dan Double Cab.

Suspensi Macpherson

Suspensi dengan tipe Macpherson ini adalah salah satu tipe suspensi dpan yang biasanya digunakan untuk mobil-mobil ringan, misal seperti mobil:

  • Sedan
  • MPV
  • Hatchback
  • Mini SUV

Untuk jenis suspensi ini bida dimasukkan kedalam kategori suspensi Independent, pasalnya roda yang berada dibagian kiri dan kanan tidak melayang.

Keunikan dari jenis ini adalah pada desain yang nampak sederhana, namun kualitas dari bahan tersebut bisa dikatakan cukup baik.

Karena tipe ini divalidasikan sebagai suspensi Independent, dia bisa menahan getaran yang dihasilkan oleh permukaan jalan dengan sangat baik.

Di sisi lain, seluruh komponen yang jenisnya Macpherson tidak membutuhkan ruang yang terlalu banyak, sehingga sangat cocok untuk digunakan terhadap kendaraan kecil.

Cara Kerja Sistem Suspensi

Cara Kerja Sistem Suspensi
Cara Kerja Sistem Suspensi

Cara kerja sistem suspensi ialah menghubungkan komponen antara roda dan bodi. Yang mana komponen tersebut memiliki kekuatan yang elastis sehingga gerakan yang dihasilkan secara tiba-tiba oleh roda tidak akan berpengaruh pada bodi mobil.

Dan sistem suspensi akan bekerja sebagai penghalang.

Bagian utama dari sistem suspensi adalah pegas. Yang mana pegas tersebut adalah suatu bagian yang dibuat dari bahan baja yang sangat elastis. Keelastisan pada pegas ini dipakai untuk menampung semua getaran yang dihasilkan dari permukaan jalan.

Perlu kamu ketahui, di dalam sistem suspensi pegas ini tidak bisa bekerja sendirian. Ada beberapa komponen tambahan yang bisa membantu agar cara kerja sistem suspensi pegas dengan maksimal.

Diantaranya seperti:

Stabilizer

Sesuai dengan namanya, stabilizer ini dipakai untuk memberikan keseimbangan pada bagian bodi mobil disaat suspensi bekerja dan menghasilkan efek terhadap bodi.

Gampangnya, disaat mobil sedang melaju kemudian menemukan jalan yang berbelok, maka posisi dari mobil ini akan lebih condong ke arah luar, kenapa? Pasalnya ada gaya sentrifugal yang membuat posisi mobil seperti itu.

Dampak buruk dari mobil yang berbelok itu bisa terbalik, namun dengan adanya stabilizer ini semuanya bisa teratasi dengan aman, dan akan selalu tetap aman terkendali.

Shock Absorber

Sesuai dengan namanya, cara kerja dari sistem suspensi Absorber ini untuk meredam kejut pada sistem suspensi.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pegas itu adalah suatu bagian utama dari sistem suspensi, namun pegas ini mempunyai kelemahan, yaitu bisa membalik ketika ditekan walaupun tidak ada getaran pada mobil tersebut.

Agar tidak terjadinya hal seperti itu, maka bisa dicegah dengan cara meletakkan bagian yang disebut dengan sebutan Shock Absorber. Dengan adanya komponen ini bisa mencegah sistem suspensi bergerak secara mendadak.

Maka dari itu, adanya peredam kejut ini dapat membuat dampak pada suspensi agar terasa lebih keras, walaupun keras masih sangat seimbang dikarenakan bisa menyerap guncangan yang ada.

Lengan Suspensi

Lengan suspensi dipakai untuk menyambungkan roda dengan sasis. Yang mana lengan suspensi tersebut diformat menggunakan engsel sehingga lengan suspensi itu bisa bekerja dengan baik, yaitu bergerak secara vertikal.

adanya gerakan ini dapat membuat roda bergerak naik dan turun, semua itu tergantung dari beban yang dimuatnya.

***

Sekian informasi yang bisa mamangbengkel sampaikan mengenai ulasan bagaimana Cara Kerja Sistem Suspensi, Jenis-Jenis Suspensi, Pengertian Sistem Suspensi dan lain sebagainya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat untuk sahabat otomotif di seluruh Indonesia.

Terimakasih 🙂

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Pulser Motor
Read More

Pulser Motor

Hallo teman-teman, pada kesempatan kali ini mamangbengkel akan mengulas tentang Pulser Motor yang mana Pulser ini merupakan salah…